Senin, 16 Januari 2012

PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA

VANIA RIYANTI
11509720
3PA06
Tugas Softskill
PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA

1.    Pengertian Psikologi Lintas Budaya
·           Psikologi lintas budaya adalah kajian empirpik mengenai anggota berbagai kelompok budaya yang telah memiliki perbedaan pengalaman yang dapat membawa ke arah perbedaan perilaku yang diramalkan dengan signifikan (Brislin, lonner dan Thorndike, 1973).
·           Psikologi lintas budaya menurut Segall, Dasen, dan Poortinga (1990) adalah kajian ilmiah mengenai perilaku manuasia dan penyebarannya, skaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok yaitu :
            Keragaman perilaku manusia didunia dan kaitannya antara perilaku individu dengan konteks budaya.
·           Jadi, dapat disimpulkan bahwa Psilkologi Lintas Budaya adalah kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis dalam berbagai budaya dan kelompok etnik mengenai hubungan-hubungan diantara ubahan psikologis dan sosiobudaya, ekologis dan ubahan biologis serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung.
2.    Apa hubungan belajar Psikologi Lintas Budaya dengan displin ilmu lainnya
·                    Hubungan antara Psikologi Lintas Budaya dengan Kepribadian
Kepribadian cenderung menekankan perbedaan diantara individu atau dalam tradisi lintas-budaya diantara anggota budaya yang berbeda, bagaimana orang-orang menghayati diri sendiri dan konteks sosiobudaya ditempat mereka. Konteks kesamaan lintas budaya berkaitan dengan kepribadian yaitu bagaiman seseorang dapat memahami perilaku orang lain dalam budaya lain, disamping perbedaan dalam keyakinan, pendapat, sikap, dan pengetahuan. Ada 2 aspek substuntif kepribadian sebagai sumbangan psikologi lintas budaya yaitu diri (self) dan wujud kembar dari kesadaran (altered states of consciousines).
·           Hubungan antara Psikologi Lintas Budaya dengan Sosiologi
Dalam ilmu sosiologi ada istilah akulturasi, akulturasi merupakan proses dimana suatu kelompok manusia suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat-laun diterima dan dapat diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Kaitannya dengan psikologi lintas budaya yaitu bagaimana kelompok manusia  yang dihadapkan oleh kebudayaan lain yang dapat mengendalikan budaya asing  yang masuk sehingga budayanya sendiri tidak akan hilang. Unsur-unsur budaya asing yang diterima, tentunya terlebih dahulu mengalami proses pengolahan, sehingga bentuknya tidak asli lagi seperti semula. Misalnya sistem pendidikan di indonesia untuk sebagian besar diambil dari unsur-unsur barat, akan tetapi sudah disesuaikan serta diolah sedemikian rupa, sehingga merupakan kebudayaan sendiri.
·           Hubungan antara Psikologi Lintas Budaya dengan Antropologi
            Ilmu antropologi menekankan pada pengertian tentang manusia dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik, kepribadian, masyarakat serta kebudayaannya. Kaitannya dengan psikologi lintas budaya yaitu bagaimana manusia dapat memahami adanya perbedaan aneka warna kulit, bentuk fisik, kepribadian antara sesama manusia sehingga manusia  itu dapat menyesuaikan perilakunya pada kebudayaan tersebut, maka manusia dapat berelasi  baik dengan manusia lainnya.

3.        Artikel Psikologi Lintas budaya kaitannya dengan Kepribadian
   Euforia Budaya Pop Remaja : Buah Globalisasi
Manusia harus berubah. Itulah hal yang mendasar yang perlu dipikirkan secara bersama. Memang benar bahwasannya manusia dengan segala budaya dan akal budinya harus dikembangkan seoptimal mungkin, karena akan semakin mengkokohkan kedudukannya dimuka bumi sebagai God Creature yang sempurna dibandingkan dengan ciptaan lainnya.
Kali ini, manusia beralih menuju rentang waktu yang kontradiksional dengan fase-fase sebelumnya, yaitu fase globalisasi. Di satu sisi manusia memang dituntut untuk berkembang menuju kearah yang lebih modern, baik aspek teknologi, hukum, sosial/kesejahteraan sosial, politik, demokrasi, dan semua sistem lainnya harus disempurnakan. Teknologi bidang informatika, kedokteran, bioteknologi, dan transportasi mengalami perkembangan yang begitu dahsyat mengatasi batas-batas ruang dan waktu. Namun, tidak boleh dilupakan bahwa hasil perkembangan manusia bersifat relatif dan ambivalen. Pengaruh negatif dari globalisasi adalah euforia budaya pop, perdagangan bebas, marginalisasi kaum lemah, dan timbulnya gap relation antaara si kaya dan si miskin. Hasil tersebut telah membentuk suatu budaya baru bagi masyarakat, khususnya kaum muda remaja menjadi manusia yang terjebak dalam arus budaya pop.





















          DAFTAR PUSTAKA

Berry,John W,Poortinga,  Suhardono,Edi (penerj.) .1999. Psikologi Lintas-Budaya: Riset dan aplikasi  Publisher.  Jakarta:Gramedia Pustaka Utama






Jumat, 25 Februari 2011

TEORI PSIKOANALISA YANG MENGGAMBARKAN KEPRIBADIAN MENURUT SIGMUD FREUD DAN ERIK ERIKSON


Tugas Softskill Kesehatan Mental

TEORI PSIKOANALISA YANG MENGGAMBARKAN KEPRIBADIAN MENURUT SIGMUD FREUD DAN ERIK ERIKSON

A.  Teori Psikoanalisa menurut Sigmund Freud 

Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkatan kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak-sadar (unconscious). Konsep dari teori Freud yang paling terkenal adalah tentang adanya alam bawah sadar yang mengendalikan sebagian besar perilaku. Freud kemudian ia berhasil menggunakan metode baru untuk menyembuhkan penderita tekanan Psikologis yaitu asosiasi bebas dan analisis mimpi. 

Dasar terciptanya metode tersebut adalah dari konsep alam bawah sadar, asosiasi bebas adalah metode yang digunakan untuk mengungkap masalah-masalah yang ditekan oleh diri seseorang namun terus mendorong keluar secara tidak disadari hingga menimbulkan permasalahan. Sedangkan Analisis Mimpi, digunakan oleh Freud dari pemahamannya bahwa mimpi merupakan pesan alam bawah sadar yang abstrak terhadap alam sadar, pesan-pesan ini berisi keinginan, ketakutan dan berbagai macam aktivitas emosi lain, hingga aktivitas emosi yang sama sekali tidak disadari. Sehingga metode Analisis Mimpi dapat digunakan untuk mengungkap pesan bawah sadar atau permasalahan terpendam, baik berupa hasrat, ketakutan, kekhawatiran, kemarahan yang tidak disadari karena ditekan oleh seseorang. Ketika hal masalah-masalah alam bawah sadar ini telah berhasil di-ungkap, maka untuk penyelesaian selanjutnya akan lebih mudah untuk diselesaikan.

Sigmund Freud, yang mengemukakan gagasan bahwa kesadaran itu hanyalah bagian kecil saja dari kehidupan mental, sedangkan bagian yang terbesarnya adalah justru ketaksadaran atau alam tak sadar. Freud mengibaratkan alam sadar dan tak sadar itu dengan sebuah gunung es yang terapung di mana bagian yang muncul ke permukaan air (alam sadar) jauh lebih kecil daripada bagian yang tenggelam (alam tak sadar).
.
     Teori psikoanalisis struktur kepribadian manusia terdiri dari id, ego dan superego. Id adalah struktur paling mendasar dari kepribadian, seluruhnya tidak disadari dan bekerja menurut prinsip kesenangan, tujuannya pemenuhan kepuasan yang segera. Ego berkembang dari id, struktur kepribadian yang mengontrol kesadaran dan mengambil keputusan atas perilaku manusia. Superego, berkembang dari ego saat manusia mengerti nilai baik buruk dan moral. Superego merefleksikan nilai-nilai sosial dan menyadarkan individu atas tuntutan moral. Apabila terjadi pelanggaran nilai, superego menghukum ego dengan menimbulkan rasa salah.

     Gerald Corey menyatakan dalam perspektif aliran Freud ortodoks, manusia dilihat sebagai sistem energi, dimana dinamika kepribadian itu terdiri dari cara-cara untuk mendistribusikan energi psikis kepada id, ego dan super ego, tetapi energi tersebut terbatas. Maka, satu diantara tiga sistem itu memegang kontrol atas energi yang ada dengan mengorbankan dua sistem lainnya. Jadi, kepribadian manusia itu sangat ditentukan oleh energi psikis yang menggerakkan.

     Jadi, sistem kerja ketiga struktur kepribadian manusia tersebut adalah: 

Pertama, Id merupakan sistem kepribadian yang orisinil, dimana ketika manusia itu dilahirkan ia hanya memiliki Id saja, karena ia merupakan sumber utama dari energi psikis dan tempat timbulnya insting. Id tidak memiliki organisasi, buta, dan banyak tuntutan dengan selalu memaksakan kehendaknya. Seperti yang ditegaskan oleh A. Supratika, bahwa aktivitas Id dikendalikan oleh prinsip kenikmatan dan proses primer.

Kedua, Ego mengadakan kontak dengan dunia realitas yang ada di luar dirinya. Di sini ego berperan sebagai “eksekutif” yang memerintah, mengatur dan mengendalikan kepribadian, sehingga prosesnya persis seperti “polisi lalulintas” yang selalu mengontrol jalannya id, superego dan dunia luar. Ia bertindak sebagai penengah antara insting dengan dunia di sekelilingnya. Ego ini muncul disebabkan oleh kebutuhan-kebutuhan dari suatu organisme, seperti manusia lapar butuh makan. Jadi lapar adalah kerja Id dan yang memutuskan untuk mencari dan mendapatkan serta melaksanakan itu adalah kerja ego. Sedangkan yang ketiga, superego adalah yang memegang keadilan atau sebagai filter dari kedua sistem kepribadian, sehingga tahu benar-salah, baik-buruk, boleh-tidak dan sebagainya. Di sini superego bertindak sebagai sesuatu yang ideal, yang sesuai dengan norma-norma moral masyarakat.

Perkembangan Kepribadian

Perkembangan manusia dalam psikoanalisis merupakan suatu gambaran yang sangat teliti dari proses perkembangan psikososial dan psikoseksual, mulai dari lahir sampai dewasa. Dalam teori Freud setiap manusia harus melewati serangkaian tahap perkembangan dalam proses menjadi dewasa. Tahap-tahap ini sangat penting bagi pembentukan sifat-sifat kepribadian yang bersifat menetap.
Menurut Freud, kepribadian orang terbentuk pada usia sekitar 5-6 tahun (A.Supratika, 1984), yaitu:

Fase Oral ( 0-1 tahun)

Anak memperoleh kepuasaan dan kenikmatan yang bersumber pada mulutnya. Sumber kenikmatan yang pokok adalah makanan. Makanan ini meliputi perangsangan terhadap bibir dan rongga mulut, menelan. Objek sosial terdekat adalah ibu, bila anak tidak menyusu pada ibunya, maka ia memperoleh kepuasaan oral dengan memasukkan jari-jari ke dalam mulutnya. Dua macam aktivitas pada waktu makan yaitu menyuapkan makanan dan mengunyah merupakan prototipe daripada bermacam-macam sifat yang ada pada masa-masa depan. Pemindahan objek dari meyuapkan atau memasukkan makanan ke mulut, misalnya kesenangan untuk memperoleh pengetahuan atau hak milik.

Fase Anal (1-3 tahun)

Fase ini pusat kenikmatan terletak di daerah anus, terutama buang air besar. Ketika pembiasan akan kebersihan, anak mendapat pengalam pertama tentang pengaturan impuls-impuls dari luar. Inilah saat yang paling tepat untuk mengajarkan displin pada anak (toilet training). Pengaruh yang diterima anak dalam pembiasan akan kebersihan ini dapat mempunyai pengaruh yang jauh pada sifat-sifat kepribadian :

a.       Apabila ibu bersikap keras dan menekan, anak akan menahan feses-nya. Apabila reaksi yang demikian ini meluas maka anak dapat mempunyai sifat kurang bebas, kurang berani, tertekan, kurang terbuka. 

b.      Apabila ibu bersikap membimbing dengan kasih sayang dan memuji, maka anak mungkin akan memperoleh perngertian bahwa memproduksi feses adalah aktivitas yang penting. Pengertian inilah yang mungkin menjadia dasar kreativitas dan produktivitas.
  
Fase Falis (3-5 tahun)

Fase ini yang menjadi pusat adalah perkembangan seksual. Anak memindahkan pusat kepuasaan pada daerah kelamin, rasa agresi serta fungsi alat-alat kelamin. Anak mulai tertarik pada perbedaan anatomis antara laki-laki dan perempuan. Pada masa ini adanya Oedipus Kompleks. Secara singkat Oedipus Kompleks itu terdiri atas cathexis seksual terhadap orangtua yang berlainan jenis kelaminnya serta cathexis permusuhan terhadap orangtua yang sama jenis kelaminnya. 

-          Perkembangan kompleks oedipus kompleks pada anak laki-laki. Dororngan incest dengan ibu serta sikap menentang terhadap ayah. Ada ketakutan dikastrasi menyebabkan ditekannya keinginan seksual terhadap ibu dan rasa permusuhan terhadap ayah. Hal ini anak laki-laki mengidentifikasikan diri terhadap ayah mendapatkan dua macam manfaat, yaitu memperoleh kepuasaan dorongan seksual terhadap ibu dan rasa erotisnya terhadap ibu yang berbahaya ditutupi oleh sikap menurut dan sayang terhadap ibu.                         
                   
-          Perkembangan oedipus kompleks pada anak perempuan, anak perempuan mengganti objek cintanya yaitu ibu diganti dengan ayah. Reaksi terhadap pengalaman traumatisnya yaitu anak laki-laki memiliki alat kelamin yang sempurna sedang ia tidak, keadaannya seperti dikastrasi: bahwa ia beranggapan bahwa ibulah yag bertanggung jawab terhadap keadaan yang demikian itu yang melemahkan cathexinya terhadap ibu. Dan ia menstransfer cintanya kepada ayah, karean ayah memiliki organ yang ia inginkan.

Fase Laten (5-12 tahun)

Anak mengalami perkembangan pesat pada aspek motorik dan kognitif. Anak laki-laki lebih banyak bergaul dengan teman sejenis, demikian dengan anak perempuan. Anak mencari figur ideal diantara orang dewasa berjenis kelamin sama dengannya.
  
Fase Genital ( 12 tahun ke atas)

Alat-alat reproduksi sudah mulai masak, pusat kepuasaanya berada pada daerah kelamin. Energi psikis diarahkan untuk hubungan heteroseksual. Rasa cintanya pada anggota keluarga dialihkan pada orang lain yang berlawanan jenis. Pengalaman masa ni akan mempengaruhi pada remaja yang sedang menapak ke dunia dewasa, dunia karir, dan dunia rumah tangga.


B.  Teori Psikoanalisa menurut Erik Erikson
    
          Erikson adalah ego psikolog-Freudian. Ini berarti bahwa ia menerima ide-ide Freud sebagai dasarnya benar, termasuk ide-ide lebih diperdebatkan seperti kompleks oedipal, dan menerima serta ide-ide tentang ego yang ditambahkan oleh loyalis Freudian lain seperti Heinz Hartmann dan, dari, tentu saja, Anna Freud . Namun, Erikson adalah masyarakat yang jauh lebih dan budaya berorientasi daripada kebanyakan Freudians, seperti yang Anda harapkan dari seseorang dengan kepentingan antropologi, dan ia sering mendorong naluri dan alam bawah sadar praktis keluar dari gambar. Mungkin karena ini, Erikson sangat populer di kalangan Freudians dan non-Freudians sama.
Prinsip epigenetik 

     Ia paling terkenal karena karyanya dalam memperbaiki dan mengembangkan teori Freud tahap. Pembangunan, katanya, fungsi oleh prinsip epigenetik. Prinsip ini mengatakan bahwa kita berkembang melalui yang telah ditetapkan terungkapnya kepribadian kita dalam delapan tahap. kemajuan kami melalui setiap tahap adalah sebagian ditentukan oleh keberhasilan kami, atau kurangnya keberhasilan, dalam semua tahapan sebelumnya. Sedikit seperti terbukanya kuncup bunga mawar, setiap kelopak membuka pada waktu tertentu, dalam urutan tertentu, yang alam, melalui genetika tersebut, telah ditentukan. Jika kita ikut campur dalam urutan alam pembangunan dengan menarik ke depan kelopak prematur atau rusak, kita merusak perkembangan seluruh bunga. 

     Setiap tahap melibatkan tugas-tugas perkembangan tertentu yang psikososial di alam. Meskipun ia mengikuti tradisi Freudian dengan menyebut mereka krisis, mereka lebih ditarik keluar dan kurang spesifik dibandingkan istilah yang menyiratkan. Anak di sekolah tata bahasa, misalnya, harus belajar menjadi rajin selama masa hidupnya, dan kerajinan yang dipelajari melalui interaksi sosial yang kompleks dari sekolah dan keluarga. 

   Berbagai tugas yang disebut dengan dua istilah. Tugas bayi, misalnya, disebut "kepercayaan-ketidakpercayaan." Pada awalnya, mungkin tampak jelas bahwa bayi harus belajar kepercayaan dan tidak ketidakpercayaan. Namun Erikson menjelaskan bahwa ada hal keseimbangan kita harus belajar: Tentu saja, kita perlu belajar kebanyakan kepercayaan, tetapi kita juga perlu belajar ketidakpercayaan sedikit, agar tidak tumbuh menjadi orang-orang bodoh mudah tertipu.

 Setiap tahap memiliki waktu yang tertentu pula. Tidak ada gunanya berusaha buru-buru anak-anak menjadi dewasa, sebagaimana yang umum di antara orang-orang yang terobsesi dengan kesuksesan. Tidak juga mungkin untuk memperlambat kecepatan atau untuk mencoba melindungi anak-anak kita dari tuntutan hidup. Ada waktu untuk setiap tugas.
Delapan tahapan perkembangan psikososial:

a.       Basic Trust vs Basic Mistrust (0-1 tahun)

Kebutuhan akan rasa aman dan ketidakberdayaan. Ibu memiliki peranan secara kualitatif sangat menentukan perkembangan kepribadian seorang anaknya. Bila rasa aman terpenuhi, maka anak akan mengembangkan dasar-dasar kepercayaan pada lingkungan. Sebaliknya bila anak selalu terganggu, tidak pernah merasakan kasih sayang dan rasa aman, anak akan mengembangkan perasaan tidak percaya pada lingkungan.

b.      Autonomy vs Shame & Doubt (18 bulan sampai 3-4 tahun)

Organ-organ tubuh anak sudah lebih masak dan terkoordinasi. Anak dapat melakukan aktivitas secara lebih meluas dan bervariasi. Pengakuan, pujian, perhatian serta dorongan akan menimbulkan perasaan percaya diri, memperkuat egonya. Bila sebaliknya yang terjadi, maka akan berkembang perasaan ragu-ragu. Peranan orangtua sangat penting dalam mengembangkan tahap ini.

c.       Initiative vs Guilt ( 3 sampai 5 atau 6 tahun)

Pada masa ini anak telah memiliki beberapa kecakapan, dengan kecakapan ia terdorong melakukan beberapa kegiatan, tetapi karena kemampuan anak terbatas adakalanya ia mengalami kegagalan. Pada tahapan ini anak akan mengembangkan sikap insiatif yaitu perasaan bebas untuk melakukan segala sesuatu sendiri. Orang tua dapat mengasuh anaknya dengan cara mendorong anak untuk mewujudkan gagasan dan ide-idenya. Sebaliknya apabila tujuan anak mengalami hambatan maka akan berdampak ia merasa bersalah atau merasa berdosa dan akan mengembangkan sikap menyalahkan diri sendiri.

d.      Industry vs Inferiority (6 sampai 12 tahun )

Anak sudah mulai mampu melakukan pemikiran logis dan anak sudah bersekolah. Tuntutan dari dalam dirinya sendiri maupun dari luar sudah semakin luas. Bila kemampuan untuk menghadapi tuntutan lingkuangaan dihargai misalnya sekolah, maka akan berkembang rasa bergairah untuk terus lebih produktif. Sebaliknya akan timbul anak akan merasa tidak mampu (inferiority), dan akan mengembangkan sikap rendah diri.

e.       Indentity vs Identity Confusion ( 12 – 20 tahun)

Masa persiapan menuju ke arah kedewasaan didukung pula dengan kemampuan kecakapan yang dimilikinya dan ia berusaha untuk membentuk dan memperlihatkan identitas dirinya . identitas pribadi berarti mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara seseorang bersosialisasi ke tengah masyarakat. Apabila tahapan-tahapan sebelumnya terhambat atau berlangsung tidak baik maka anak tidak mengetahui dan memahami siapa dirinya yang sebenarnya ditengah-tengah pergaulan dan struktur sosial ia akan mengalami kekacauan identitas.

f.       Intimacy vs Isolation ( 20-30 tahun )

Pada masa ini sudah mulai mencari-cari pasangan hidup. Ia sudah muulai selektif dalam membina hubungan yang intim hanya dengan orang-orang tertentu yang sepaham. Seseorang yang berhasil berhubungan baik dengan orang lain yang sepaham dan membagi kasih sayang juag perhatian akan mencapai kelekatan dan kedekatan dengan orang lain. Sebaliknya bla ia tidak bisa menjalin hubungan dengan orang lain dengan baik maka akan merasa terasing dan mengembangkan sikap menyendiri.
Generativity vs Stagnasion ( 30 sampai 60 tahun )
Pada tahapan ini individu telah mencapai puncak dari perkembangan segala kemampuannya. Krisis yang dihadapi individu pada masa ini adalah adanya tuntutan untu membantu orang lain di luar keluarga, pengabdian masyarakat. Pengalamannya di masa lalu dapat menyebabkan individu mampu berbuat banyak bagi kemanusiaan, khususnya generasi yang akan datang. Sebaliknya bila ia hanya menyimpan pengalaman-pengalamannya dan mengembangkan sikap tidak perduli maka ia tidak akan dapat berperan baik dalam lingkuangan kehidupannya.

h.      Integrity vs Despair ( 60-65 ke atas )

Tahap ini tahapan sulit dilewati menurut pandangan sebagian orang dikarenakan mereka sudah merasa terasing dari liingkuangan kehidupannya, karena pada usia senja dianggap tidak dapat berbuat apa-apa lagi atau tidak berguan. Integritas memiliki arti tersendiri yakni menerima hidup juga menerima akhir dari hidup itu sendiri, sebaliknya bila ia didalam dirinya tidak terdapat integritas maka akan mengembangkan sikap cemas.

                http://webspace.ship.edu/cgboer/erikson.html

Jumat, 18 Februari 2011

SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL


Tugas Softskill Kesehatan Mental

SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL

'Kesehatan mental' ungkapan ini diciptakan oleh W. Swetster di tahun 1843, dan penuh dengan konten yang sebenarnya melalui "pribadi" pengalaman berkumpul oleh ahli asuransi Beers Amerika. Gerakan mental hygienic dibawa untuk hidup dan dihukum konteks yang luar biasa oleh energi yang luar biasa, mengorganisir bakat dan komitmen. Tujuannya adalah untuk memastikan perawatan yang lebih manusiawi dari sakit mental, cara bagaimana tujuannya ini dilakukan dalam konteks yang lebih luas melampaui domain perawatan kesehatan tidak bisa disebut hanya kejiwaan.

Masyarakat Connecticut untuk Kesehatan Mental didirikan pada 6 Mei 1908 di Universitas Yale, dengan langkah ini, kemungkinan kerjasama interdisiplin antara tempat ibadah, sekolah, universitas, rumah sakit dan lembaga sosial dan isolasi institusional memusatkan perhatian ke daerah yang satu tertinggal. Setelah lulus dari Undang-Undang Kesehatan Mental pada tahun 1946 (menetapkan persyaratan hukum federal koordinasi dan kerjasama antara semua humaniora), kesehatan mental menjadi tanggung jawab pemerintah federal.
Pada tahun 1948, semua ini dilengkapi oleh WHO dengan tujuan kesejahteraan sosial, kesehatan sebagai sebuah negara yang dirumuskan sejalan dengan pendekatan dalam Surat pernyataan Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan yang diterbitkan pada tahun 1948.

Ada sejarah lainnya mengenai kesehatan mental antara lain :

Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.

Tokoh lain yang banyak pula memberikan jasanya pada ranah kesehatan mental adalah Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Beers pernah sakit mental dan dirawat selama dua tahun dalam beberapa rumah sakit jiwa. Ia mengalami sendiri betapa kejam dan kerasnya perlakuan serta cara penyembuhan atau pengobatan dalam asylum-asylum tersebut.
Di dalam bukunya ”A Mind That Found Itself”, Beers tidak hanya melontarkan tuduhan-tuduhan terhadap tindakan-tindakan kejam dan tidak berperi kemanusiaan dalam asylum-asylum tadi, tapi juga menyarankan program-program perbaikan yang definitif pada cara pemeliharaan dan cara penyembuhannya. Pengalaman pribadinya itu meyakinkan Beers bahwa penyakit mental itu dapat dicegah dan pada banyak peristiwa dapat disembuhkan pula. Oleh keyakinan ini ia kemudian menyusun satu program nasional, yang berisikan:
  1. Perbaikan dalam metode pemeliharaan dan penyembuhan para penderita mental.
  2. Kampanye memberikan informasi-informasi agar orang mau bersikap lebih inteligen dan lebih human atau berperikemanusiaan terhadap para penderita penyakit emosi dan mental.
  3. Memperbanyak riset untuk menyelidiki sebab-musabab timbulnya penyakit mental dan mengembangkan terapi penyembuhannya.
  4. Memperbesar usaha-usaha edukatif dan penerangan guna mencegah timbulnya penyakit mental dan gangguan-gangguan emosi.




Kamis, 10 Februari 2011

KONSEP SEHAT


Tugas Softskill Kesehatan Mental
                                               
KONSEP SEHAT

Pengertian Sehat
Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Sehat sesuatu yang berguna untuk melakukan aktivitas.
Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah atau masyarakat.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 1948, kesehatan didefinisikan sebagai “keadaan lengkap fisik, mental, dan kesejahteraan sosial dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan”
Pada 1986, WHO, dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, mengatakan bahwa kesehatan adalah “sumber daya bagi kehidupan sehari-hari, bukan tujuan dari kehidupan.

Tujuan Kesehatan
Salah satu tujuan nasional adalah memajukan kesejahteraan bangssa, yang berarti memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan, sandang, pangan, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan ketenteraman hidup. Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk, jadi tanggung jawab untuk terwujudnya derajat kesehatan yang optimal berada di tangan seluruh masyarakat.

Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan

Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi menjadi dua, secara umum dan secara khusus. Tujuan dan ruang lingkup secara umum, antara lain:
  1. Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  2. Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  3. Melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di antara masyarakat dan institusi pemerintah serta lembaga nonpemerintah dalam menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular.
Adapun tujuan dan ruang lingkup secara khusus meliputi usaha-usaha perbaikan atau pengendalian terhadap lingkungan hidup manusia, yang di antaranya berupa:.[8]
  1. Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan.
  2. Makanan dan minuman yang diproduksi dalam skala besar dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat.
  3. Pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM, batubara, kebakaran hutan, dan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan makhluk hidup lain dan menjadi penyebab terjadinya perubahan ekosistem.
  4. Limbah cair dan padat yang berasal dari rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, rumah sakit, dan lain-lain.
  5. Kontrol terhadap arthropoda dan rodent yang menjadi vektor penyakit dan cara memutuskan rantai penularan penyakitnya.
  6. Perumahan dan bangunan yang layak huni dan memenuhi syarat kesehatan.
  7. Kebisingan, radiasi, dan kesehatan kerja.
  8. Survei sanitasi untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program kesehatan lingkungan
Tujuan Pembangunan Kesehatan
Untuk jangka panjang pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya tujuan utama sebagai berikut:
  1. Peningkatan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan.
  2. Perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan.
  3. Peningkatan status gizi masyarakat.
  4. Pengurangan kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas).
  5. Pengembangan keluarga sehat sejahtera, dengan makin diterimanya norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.
Faktor- faktor yang mempengaruhi kesehatan :
  1. Environment atau lingkungan.
  2. Behaviour atau perilaku, Antara yang pertama dan kedua dihubungkan dengan ecological balance.
  3. Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi, distribusi penduduk, dan sebagainya.
  4. Health care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif.
Dari empat faktor tersebut di atas, lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat.




Sabtu, 18 Desember 2010

E- commerce, E- library dan E-governmet


E-commerce
E-commerce adalah kegiatan atau proses penjualan dan pembelian produk atau jasa juga informasi yang dilakukan secara elektronik dengan menggunakan jaringan internet. komponen transaksi (pembeli, penjual, barang, jasa dan informasi), subyek dan obyek yang terlibat, serta media yang digunakan (internet). Dengan menghubungkan jaringan komputer perusahaan dengan internet, perusahaan dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan lebih mudah dan efisien. Transaksi bisnis dapat dilakukan secara otomatis dan dalam waktu yang singkat. Dengan melakukan bisnis secara elektronik, individu atau perusahaan dapat menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk keperluan pengiriman informasi.

E- Library
E- Library adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer. (Tabata Kouichi, “What is Digital Library”, IPSJ Journal Vol.37 No.9, Japan, 1996.(Japanese)) . Perpustakaan elektronik ini juga sebuah jaringan kerja (network), pemakai dapat memperoleh salinan elektronik sebuah dokumen dari manapun jika tidak ada kendala dari keamanan, politik.

E- Government
Definisi E-governmenrt :
Menurut Bank Dunia, e- Governmet adalah Penggunaan IT oleh semua agen pemerintahan yang mempunyai kemampuan untuk mengubah hubungan dengan masyarakat, bisnis, dan pihak yang terkait dengan pemerintahan.
Menurut Pemerintahan Federal Amerika Serikat, E-governmet adalah mengacu pada penyampaian informasi dan pelayanan online pemerintahan melalui internet.
Dengan adanya e- government, masyarakat dengan pemerintahan dapat berhubungan lebih mudah,  karena kemudahan fasilitas layanan pemerintahan serta memberikan informasi pada masyarakat umum sehingga pemerintah dapat lebih bertanggung jawab kepada masyarakat.
Manfaat dari e-Governmet itu adalah memperbaiki kualitas pelayanan pemerintahan terhadap masyarakat, dalam hal kinerja efektivitas dan efisiensi di berbagai bidang kehidupan dalam negara. Memberikan peluang kepada pemerintah untuk mendapat sumber pendapatan baru melalui interaksi dengan pihak-pihak yang berkepentingan. Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secara cepat dan tepat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi sejalan dengan berbagai perubahan global. Memberdayakan masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai mitra pemerintah dalam proses pengambilan berbagai kebijakan publik secara merata dan demokratis.
Dengan memakai E- government akan memperbaiki secara signifikan memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat, baik secara khusus maupun secara umum.

Sumber :
http://rifaiza.wordpress.com/2007/08/15/definisi-dan-manfaat-utama-e-government/

Rabu, 10 November 2010

Dampak Internet secara Psikologi


Pada zaman globalisasi ini tentu saja kita sudah mengetahui tentang “internet”, hampir setiap orang pernah mengakses internet, dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa memakai internet, pada saat ini orang sangat membutuhkan yang namanya “internet” karena hampir semua pengetahuan di dunia dapat diketahui melalui internet, banyak manfaat yang dapat diambil dari internet, dengan internet kita dapat berkomunikasi dengan orang yang berada di tempat yang jauh atau dinegara lain.
Tetapi saat ini banyak orang yang menyalahgunakan internet, dan akan berdampak besar bagi orang-orang yang melihatnya. Internet juga dapat mengakses yang berkaitan dengan pornografi, maka banyak yang mengakses internet tentang hal itu, dan sulit dihindari karena banykanya situs-situs semacam itu tersedia di internet. Ini dapat berdampak buruk bagi anak-anak juga remaja yang mudah terpengaruh oleh hal semacam itu, juga dapat mengakibatkan tindak kriminal dan perilaku menyimpang, juga dapat membuat seseorang untuk selalu ingin melihat situs-situs semacam itu.
            Internet juga dapat mengekspor diri , bermanfaat bila dapat meningkatkan kehidupan seseorang, tetapi dapat berdampak buruk bila membuat rumit kehidupan seseorang. Pengaruh buruk dapat terjadi jika internet digunakan untuk mengisolasi diri, dan lama-kelamaan seseorang dapat menutup diri pada komunikasi sosial karena memgungkapkan masalah-masalah pribadinya ke internet.
            Internet juga dapat mengeksporisasi seseorang dalam duni maya, seseorang dapat membuat dirinya yang berbeda dalam dunia maya sesuai dengan keinginannya, biasanya ia lebih menyukai karakternya dalam dunia maya daripada karakternya dalam kehidupan nyata.