Jumat, 18 Februari 2011

SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL


Tugas Softskill Kesehatan Mental

SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL

'Kesehatan mental' ungkapan ini diciptakan oleh W. Swetster di tahun 1843, dan penuh dengan konten yang sebenarnya melalui "pribadi" pengalaman berkumpul oleh ahli asuransi Beers Amerika. Gerakan mental hygienic dibawa untuk hidup dan dihukum konteks yang luar biasa oleh energi yang luar biasa, mengorganisir bakat dan komitmen. Tujuannya adalah untuk memastikan perawatan yang lebih manusiawi dari sakit mental, cara bagaimana tujuannya ini dilakukan dalam konteks yang lebih luas melampaui domain perawatan kesehatan tidak bisa disebut hanya kejiwaan.

Masyarakat Connecticut untuk Kesehatan Mental didirikan pada 6 Mei 1908 di Universitas Yale, dengan langkah ini, kemungkinan kerjasama interdisiplin antara tempat ibadah, sekolah, universitas, rumah sakit dan lembaga sosial dan isolasi institusional memusatkan perhatian ke daerah yang satu tertinggal. Setelah lulus dari Undang-Undang Kesehatan Mental pada tahun 1946 (menetapkan persyaratan hukum federal koordinasi dan kerjasama antara semua humaniora), kesehatan mental menjadi tanggung jawab pemerintah federal.
Pada tahun 1948, semua ini dilengkapi oleh WHO dengan tujuan kesejahteraan sosial, kesehatan sebagai sebuah negara yang dirumuskan sejalan dengan pendekatan dalam Surat pernyataan Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan yang diterbitkan pada tahun 1948.

Ada sejarah lainnya mengenai kesehatan mental antara lain :

Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.

Tokoh lain yang banyak pula memberikan jasanya pada ranah kesehatan mental adalah Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Beers pernah sakit mental dan dirawat selama dua tahun dalam beberapa rumah sakit jiwa. Ia mengalami sendiri betapa kejam dan kerasnya perlakuan serta cara penyembuhan atau pengobatan dalam asylum-asylum tersebut.
Di dalam bukunya ”A Mind That Found Itself”, Beers tidak hanya melontarkan tuduhan-tuduhan terhadap tindakan-tindakan kejam dan tidak berperi kemanusiaan dalam asylum-asylum tadi, tapi juga menyarankan program-program perbaikan yang definitif pada cara pemeliharaan dan cara penyembuhannya. Pengalaman pribadinya itu meyakinkan Beers bahwa penyakit mental itu dapat dicegah dan pada banyak peristiwa dapat disembuhkan pula. Oleh keyakinan ini ia kemudian menyusun satu program nasional, yang berisikan:
  1. Perbaikan dalam metode pemeliharaan dan penyembuhan para penderita mental.
  2. Kampanye memberikan informasi-informasi agar orang mau bersikap lebih inteligen dan lebih human atau berperikemanusiaan terhadap para penderita penyakit emosi dan mental.
  3. Memperbanyak riset untuk menyelidiki sebab-musabab timbulnya penyakit mental dan mengembangkan terapi penyembuhannya.
  4. Memperbesar usaha-usaha edukatif dan penerangan guna mencegah timbulnya penyakit mental dan gangguan-gangguan emosi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar