Senin, 21 Mei 2012

Gangguan Konversi


Gangguan konversi menurut DSM IV (Kaplan, Sadock, & Grebb, 1994)  adalah gangguan dengan karakteristik munculnya saru atau beberapa simtom neurologis (misalnya buta, lumpuh dll) yang tidak dapat dijelaskan dengan penjelasan medis maupun neurologis yang ada. Pada gangguan ini faktor psikologis berkaitan erat dengan awal dan keparahan gangguan. Menurut Davison & Neale (2001), pasien mungkin mengalami anesthesia, yaitu kelumpuhan sebagian atau seluruhnya pada tangan atau kaki, gangguan koordinasi dan kejang, rasa kesemutan, seperti digelitik, atau seperti ada sesuatu yang merambat pada kulit, tidak sensitif terhadap rasa sakit (kebal), serta kehilangan atau gangguan sensasi. Pasien juga mungkin mengalami gangguan penglihatan, misalnya tunnel vision (lapangan pandangan menjadi terbatas atau menyempit), aphonia (kehilangan suara), anomia (kehilangan atau hendaya dalam kemampuan penciuman).
Pada masal lampau, konversi ini dikenal dengan istilah hyteria. Gangguan ini biasanya mulai pada masa remaja atau dewasa muda, terutama setelah mereka mengalami stres dalam kehidupan. Pada gangguan ini pasien mungkin menampilkan apa yang disebut la belle indifference, yaitu sikap tidak peduli atau tidak menunjukkan perhatian terhadap penyakitnya. Namun perilaku ini juga tidak selalu muncul pada semua penderita konversi.
Freud (dalam Barlow & Durand, 1995) mengemukakan bahwa terdapat 4 proses dasar dalam pembentukan gangguan konversi :
1.      Individu mengalami peristiwa traumatik, hal ini oleh Freud dianggap awal munculnya beberapa konflik yang tidak diterima dan disadari.
2.      Konflik dan kecemasan yang dihasilkan tidak dapat diterima oleh ego, terjadi proses represi (membuat hal ini tidak disadari).
3.      Kecemasan semakin meningkat dan mengancam untuk meuncul ke kesadaran, sehingga orang tersebut cara tertentu “mengkonversikan” kedalam simtom fisik. Hal ini mengurangi tekanan bahwa ia harus mengatasi langsung konfliknya disebut primary gain (peristiwa yang dianggap memberi imbalan primer dan mempertahankan simtom konversi).
4.      Individu memperoleh perhatian dan simpati yang besar dari orang-orang sekitarnya dan mungkin juga dapat melarikan diri atau menghindar dari tugas atau situasi tertentu terdapat secondary gain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar